jump to navigation

VISI MISI DAN SEPULUH LANGKAH MEMBANGUN SIKDA DALAM 5 TAHUN DINKES PROV.NAD 27 Desember 2007

Posted by SIMKES UGM 2007 in Blogroll.
trackback

VISI“ACEH SEHAT 2010”

MISI
1.MENGERAKKAN PEMBANGUNAN KEMBALI SEKTOR DAN PELAYANAN KESEHATAN YANG BERDASARKAN NILAI-NILAI ISLAM
2.MENDORONG KEMANDIRIAN MASYARAKAT UNTUK HIDUP SEHAT
3.MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG BERMUTU,MERATA DAN TERJANGKAU.
4.MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN KESEHATAN INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT BESRTA LINGKUNGANNYA

VISI Dan MISI DINKES NAD
Dinas Kesehatan Provinsi NAD memiliki Visi yaitu Aceh Sehat 2010 artinya seluruh masyarakat di Provinsi NAD mempunyai kesempatan dan kemandirian untuk hidup dalam lingkungan dan dengan prilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang setinggi-tingginya.

Misi Umum Pembangunan Kesehatan Aceh adalah adanya komitmen sektor kesehatan untuk menjamin pemerataan, keadilan, dan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Provinsi NAD melalui mobilisasi sumber daya yang dimiliki, khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan secara khusus.

Misi Khusus Pembangunan Sistem Informasi Kesehatan Aceh adalah adanya komitmen sektor SIKDA Dinkes Prov.NAD untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem Data Terkomputerisasi guna menciptakan suatu Bank Data yang Up to date.

Nanggroe Aceh Darussalam merupakan Provinsi yang terletak di sebelah barat Sumudera Indonesia,dengan luas lebih kurang 57,8 km2 terdiri dari 21 kabupaten/kota 257 kecamatan 6.335 desa dengan jumlah penduduk 4,25 juta jiwa terdiri dari laki-laki 2,07 juta dan wanita 2,18 dan terdapat 41 buah rumah sakit yang ada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yaitu di Banda Aceh 10,Lokseumawe 6, Langsa 3,sabang 2 buah dan 20 rumah sakit lain disetiap kabupaten.

10 Langkah realisasi pengembangan SIKDA di Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam

1.Analisis masalah kemudian simpulkan bagaimana mendesignnya.
2.Menilai kebutuhan akan pentingnya SIKDA.
3.Susun Prioritas agar SIKDA dapat benar-benar Efektif.
4.Mengetahui hambatan dan rintangan dalam pencapaian SIKDA.
5.Pelajari dan konseling dengan lembaga/dinas yang telah mengembangkan SIKDA.
6.Melakukan identifikasi faktor-faktor penyebab sulitnya pengembangan SIKDA.
7.Plening (Perencanaan)
8.Organizing (Pengaturan)
9.Directing (Pengarahan
10.Controling

Ad.1. Analisis masalah kemudian simpulkan bagaimana mendesignnya.
Pada langkah awal ini ada berberapa hal yang harus dijawab untuk mengetahui apakah SIKDA itu Dibutuhkan:
a.Mengetahui bagaimana pemanfaatan computer yang sudah ada.
b.Apakah selama ini computer digunakan hanya untuk membuat surat-surat saja atau pengolahan data-data.
c.Bagaimana system penyimpanan data selama ini.
d.Seberapa sering IT menggunakan internet.
e.Apakah SIKDA sudah diterapkan sebelumnya.

Dari beberapa pertanyaan diatas dapatlah di gambarkan seberapa pentingnya SIKDA ini digunakan dan dimanfaatkan kelak.
Bila hal ini sudah dapat diukur maka dapatlah dilihat cara mendesign SIKDA tersebut dengan :
– Melihat kesiapan SDM
– Melihat infrastruktur yang ada

– Melihat tersedianya Anggaran yang cukup.
– Melihat celah yang cepat dan efektif untuk pengembangan SIKDA.

Ad. 2.Menilai kebutuhan akan pentingnya SIKDA.
Pada tahap ini dapat dilihat kegiatan yang sudah diterapkan misalnya:
a.Pengolahan data masih manual.
b.Koding Data yang tidak teratur.
c.Adanya kesulitan pegawai dalam mencari dan mengelompokan data.
d.Seberapa sering kapasitas yang ada digunakan misalnya internet dan Aplikasi-aplikasi yang pernah digunakan.
e.IT yang sudah ada apakah pernah melakukan pengembangan SIKDA lebih lanjut.

Bila langkah ini sudah dapat diidentifikasi maka perlu menyusun strategi untuk mencapai SIKDA dengan berkonsultasi dengan atasan dan membuat lokakarya untuk mensosialisikan kemudahan bila semua data tersususn rapi dan jaringan koneksi terpasang pada semua unit.

Ad. 3.Susun Prioritas agar SIKDA dapat benar-benar Efektif.
Langkah menyusun prioritas ini bukan hal yang mudah karena hambatan-hambatan ide pengembangan SIKDA juga bisa terjadi misalnya :
1.SDM tidak mau merubah kebiasaan lama sehingga tetap pada system yang lama dalam melakukan pengolahan data.
2.Anggaran yang disediakan untuk SIKDA tidak sedikit.
3.Tekanan pihak pengambil keputusan untuk tidak memprioritaskan SIKDA.
4.Solusi-solusi yang tidak mempercepat pengembangan SIKDA misalnya anggaran SIKDA di dijanjikan akan dialokasikan pada berikutnya yang tidak pasti.

Manfaat menyusunPrioritas yaitu
– Dapat belajar menghindari prolem dan trobel-trobel pengembangan SIKDA
-Mengetahui kapan SIKDA siap kita kembangkan.
-Tidak memaksakan pengembangan SIKDA bila prioritas rendah.
-Menggunakan tehnik lain dalam pengembangan SIKDA.

Ad. 4.Mengetahui hambatan dan rintangan dalam pencapaian SIKDA.
Pada langkah ini untuk melihat factor-faktor mengapa SIKDA ini diperlukan.
a.Bagaimana cara pengiriman data misalnya dari daerah atau puskesmas.
b.Apakah data yang masuk sesuai dengan Aplikasi yang diharapkan.
c.Ketepatan waktu dalam pengumpulan dan pengiriman data.
d.Cara pegiriman semua data secara cepat dan mudah digunakan.

Bila ini sudah kita ketahui maka kita untuk membangun SIKDA dengan anggaran yang tersedia sehingga hambatan dan rintangan akan terselasaikan dan cepat dirasakan kemudahan bila SIKDA sudah terbangun dengan baik.

Ad.5.Pelajari dan konseling dengan lembaga/dinas yang telah mengembangkan SIKDA.
Pada tahap ini untuk mendapatkan sebuah informasi tentang kemudahan-kemudahan bila SIKDA sudah dikembangkan guna membuat suatu rekomendasi berdasarkan pengalaman – pengalaman daerah atau instansi yang sudah dahulu membangun SIKDA pada pihak managemen atau pembuat kebijakan (Kepala Dinas).

Ad.6.Melakukan identifikasi faktor-faktor penyebab sulitnya pengembangan SIKDA.
Tahap ini perlu melakukan crosscek pada kegagalan daerah atau instansi yang pernah menerapkan SIKDA misalnya : apakah disebabkan factor SDM, Anggaran pemeliharaan atau bahkan sekadar menghabiskan anggaran proyek yang sebenarnya saat pengadaanya sama sekali tidak mengukur akan fasilitas-fasilitas lain yang mendukung seperti jaringan internet,LAN atau bahkan pergantian pejabat yang tidak lagi melanjutkan program SIKDA yang pernah dibangun.Bila ini sudah diidentifikasi maka kita dapat mengusul tehnik-tehnik untuk memperkecil trobel-trobel yang terjadi pada pengembangan SIKDA.

Ad.7.Planing

A. Bila 6 langkah sudah dapat dipastikan maka selanjutnya yang mesti dikerjakan. Antara lain:
Membuat perencanaan tahunan dan lima tahunan bersama bagian bina program beserta pembuat kebijakan

B. Topologi jangan disesuaikan dengan jumlah anggaran yang akan disiapkan dan mudah digunakan.

C. Pemeliharaan jaringan SIKDA pada setiap unit

D. Perlu dianggarkan untuk biaya pelatihan IT guna melakukan operasional serta pemeliharaan sistim agar SIK dapat langgeng sepanjang masa.

Ad.8.Organizing
Pada langkah ini perlu menentukan unit yang melakukan pengembangan SIKDA juga menentukan tugas-tugas yang harus dilakukan guna terbangunnya SIKDA secara menyeluruh dan juga dapat mempertanggungjawabkan semua yang dihasilkan menjadi tujuan utama SIKDA yaitu terciptanya Bank Data yang mudah digunakan oleh semua yang memerlukan data.

Ad.9.Direction
Pada tahap ini semua tahapan-tahapan pengembangan SIK harus sesuai prosedur dan kebijakan serta instruksi atasan sehingga dapat mendorong pengembangan SIKDA lebih lanjut dan dapat terus terjadi saling tukar menukar informasi yang membuat SIKDA lebih kaya akan informasi.

Ad.10.Controlling
Pada langkah terakhir ini melihat bagaimana program pengembangan SIKDA yang terlaksana apakah sesuai dengan protap yang seharusnya (riil) sehingga SIKDA dapat berjalan sebagaimana diharapkan.

By:Zulfian (DINKES PROV.NAD)

Komentar»

1. subagiyo rahayu - 28 Desember 2009

kesuksesan SIKDA tidak terlepas dari SIMPUS itu sendiri. Mau nanya? bagamaina suka dukanya dalam mengembangkan SIMPUS di prop. NAD?? mohon info dan saranya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: