jump to navigation

GHIBAH ….? OGAH AH…!!!? 17 September 2007

Posted by SIMKES UGM 2007 in Uncategorized.
trackback

ghibahHal yang sangat penting untuk dihindari ketika sedang melaksanakan puasa, termasuk puasa Ramadhan antara lain membicarakan keburukan orang lain dan dusta. Ada sebuah kisah yang bisa menjadi teladan bagi kita, ketika di zaman Rasulullah SAW ada dua orang wanita yang sedang berpuasa tetapi tidak dapat menahan rasa lapar sehingga keduanya hampir meninggal. Para sahabat memberitahu Nabi SAW mengenai hal itu. Kemudian Rasulullah SAW membawa sebuah mangkuk dan menyuruh mereka muntah ke dalamnya. Ketika keduanya memuntahkan isi perutnya, keluarlah potongan-potongan daging mentah dan darah. Para sahabat sangat terkejut melihat peristiwa ini, lalu Rasulullah bersabda “Mereka berpuasa dari makanan yang halal, tetapi justru memakan yang haram yaitu keduanya membicarakan keburukan orang lain.”

Dari kisah tadi dapat diketahui bahwa beban puasa akan lebih berat bila dibarengi dengan ghibah (bergunjing), sehingga kedua wanita itu hampir mati karenanya. Allah SWT mengungkapkan dalam Al Quran bahwa berbuat ghibah itu bagaikan memakan daging saudaranya yang telah mati.

Dalam kisah yang lain diceritakan bahwa, salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW “Ya Rasulullah, apakah ghibah itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Mengatakan sesuatu tentang saudaramu yang tidak ia sukai di belakang orangnya.” Selanjutnya sahabat itu bertanya, “Apakah masih dikatakan ghibah jika yang saya katakana itu memang benar terdapat pada dirinya?” Rasul menjawab lagi , “Bila benar demikian, maka sebenarnya itulah ghibah, sedangkan jika yang kamu katakan itu dusta, maka kamu telah memfitnahnya “. Dan kita semua tahu bahwa dalam hadits lain dikatakan bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Jadi agar puasa kita mendapat barokah dan berpahala jauhkanlah diri dari sifat ghibah atau bergunjing itu ya ……………… Ok! Dikutip dari Kitab FADAIL A’MAL Bab Fadhairramadhan (ilo_wirawan@yahoo.co.id)

Komentar»

1. iapky - 17 September 2007

Stuju pak Ilo. Disaat puasa, sebenarnya tubuh kita (mulut) sdh memberi tanda, agar tidak byk berbicara, apalagi thdp pembicaraan yg tidak perlu/dpt bernilai maksiat. Mulut trasa sepet, pahit, bau… Jgnlah ia ditambah bau dgn ghibah dan fitnah. Smoga amal puasa kita dpt terjaga, dgn menjaga lisan.
Abd. Hadi. K

2. HARIS. N - 19 September 2007

kalau chating sama cewek cantik, sedangkan kita sedang berpuasa bagai mana hukumnya ya….
pak ilo tolong diberikan jawaban nya….

3. HARIS. N - 19 September 2007

kalau chating sama cewek cantik, sedangkan kita sedang berpuasa bagai mana hukumnya ya paK….
pak ilo tolong diberikan jawaban nya….

4. SIMKES UGM 2007 - 19 September 2007

Aku bukan ustadz lo. Tapi coba deh ya sy jawab, P Haris boleh aja sepanjang ada manfaatnya n tidak mengarah pd tindakan zina. Karena kita tdk boleh dekat dengan zina. Dekat aja ga boleh apalagi melakukannya. Zina itu bisa dilakukan oleh mata, pendengaran, dan perbuatan.Nah……. sekarang tinggal dipikir apakah yang dilakukan itu memenuhi salah satu kriteria di atas itu pa nggak. Kalo gak ya lanjut aja chatingnya.Susilo W


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: