jump to navigation

Tugas Kelompok V : Tentang Pemanfataan DataBase 14 September 2007

Posted by SIMKES UGM 2007 in Uncategorized.
trackback

PEMANFAATAN DATABASE BERBASIS KOMPUTER
BAGI KEAMANAN VAKSIN DI VIETNAM

ABSTRAK

Sistim Informasi kesehatan untuk memantau keamanan vaksin biasanya dilakukan di negara-negara industri untuk mendeteksi akibat-akibat medis yang kurang baik yang disebabkan oleh keamanan vaksin atau untuk membuktikan keamanan vaksin itu sendiri.
Di negara berkembang sistim informasi belum begitu dikenal, akan tetapi sistim tersebut sangat dibutuhkan. Di vietnam ( propinsi Kanh Hoa ), database untuk memantau kejadian-kejadian yang berhubungan dengan keamanan vaksin telah dipergunakan dengan baik. Sebagai langkah awal telah dilakukan pengumpulan data selama 2 tahun oleh surveilans, termasuk data kampanye imunisasi campak yang digunakan untuk mengevaluasi sistem. Dalam penegakan diagnosa kepada klien di poliklinik atau rumah sakit menggunakan ICD ( international Clasification Diseases )-10 dan dari riwayat sebelumnya. Untuk analisa kejadian kejadian kasus digunakan dari anak-anak yang di imunisasi campak selama masa kampanye. Telah didapatkan 107.022 anak yang telah terjaring imunisasi pada populasi sebanyak 357.458.
Pengalaman di Vietnam membuktikan bahwa dengan menggunakan data base , penyediaan data menjadi lebih akurat dan dipercaya walaupun dengan sumber daya yang terbatas.

Kata kunci : Vaksin campak, efek samping campak, sistim pelaporan efek samping obat, metode/ pengawasan obat, database, terkini/kegunaan, program imunisasi, studi kohort.

PENDAHULUAN

Keamanan vaksin berhubungan dengan akibat-akibat negatif yang dapat terjadi terutama didalam pengambilan vaksin. Disamping itu ada juga ada beberapa teori yang membenarkan tentang keamanan vaksin, seperti pada vaksinasi-vaksinasi cacar atau rhesus rotavirus.
Untuk meyakinkan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan imuniasasi, keamanan vaksin sangatlah penting dan harus dapat dipercaya. Sistim Informasi Kesehatan di negara-negara industri seperti database kependudukan yang terkomputerisasi dapat digunakan untuk menghubungkan riwayat vaksinasi dengan kejadian kejadian penyakit.
Pada negara-negara yang berpenghasilan rendah atau negara berkembang , Sampai dengan saat ini sistim informasi kesehatan yang menggunakan database yang terkomputerisasi masih belum ada dan optimal. Padahal kejadian-kejadian yang berhubungan dengan keamanan vaksin banyak terjadi.
Di Vietnam, keamanan vaksin merupakan perhatian utama dari para pembuat kebijakan terutama pada saat diskusi tentang kebutuhan vaksin pada waktu kampanye campak. Dari hasil diskusi tersebut menimbulkan permintaan para pembuat kebijakan untuk membuat database terkomputerisasi dalam keamanan vaksin.

Metoda penelitian
Sample dan tempat penelitian
Penelitian di laksanakan pada tanggal 1 September 2002 sampai 31 Agustus 2004, di 2 daerah yaitu Nha Trang dan Ninh Hoa, Provinsi Khanh Hoa Vietnam, dimana jumlah populasinya sebesar 357.458 orang, yang terdiri dari 27.427 (8%) balita dan 107.159 (30%) anak-anak dibawah umur 15 tahun.
Sistem Perawatan Kesehatan
Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan vaksinasi seperti BCG, OPV, DPT dan HBV serta campak disediakan gratis oleh program imunisasi nasional, dimana sistem pelayanan/perawatan kesehatan di Provinsi Khanh Hoa ada 4 tingkatan :

1. Sistim perawatan dengan kunjungan ke Puskesmas

2. Sistim perawatan di poliklinik / rawat jalan

3. Sistim perawatan rujukan rumah sakit daerah
4.
Sistim perawatan di rumah sakit provinsi

Kampanye imunisasi melawan campak
Vaksinasi campak diperkenalkan di Vietnam melalui program imunisasi EPI tahun 1990, kemudian tahun 2002 baru menjangkau anak-anak rentan terhadap campak. Pemerintah menjalankan sistim medis di provinsi Khanh Hoa mempunyai empat strata. Kontak yang pertama dengan sistem perawatan kesehatan itu adalah biasanya melalui suatu kunjungan Puskesmas, yang diorganisir oleh praktisi-praktisi yang terlatih. Pasien-pasien yang membutuhkan perawatan yang lebih canggih berkunjung ke poliklinik-poliklinik, yang diorganisir oleh lulusan medis. Untuk intervensi-intervensi yang lebih rumit, seperti perawatan, pasien-pasien dirujuk ke rumah sakit daerah. Intervensi-intervensi khusus disediakan oleh rumah sakit provinsi. Untuk menerima pelayanan kesehatan cuma-cuma, masyarakat menggunakan Puskesmas, Bila dibutuhkan perawatan yang lebih lanjut maka akan dirujuk ke strata-strata yang lebih tinggi dari sistem perawatan kesehatan. Pemberian vaaksin bacille Calmette-Guérin (BCG), vaksin penyakit lumpuh lisan (OPV), tetanus dipteri toxoids-pertussis (DTP), virus hepatitis B (HBV) dan vaksinasi-vaksinasi campak disediakan gratis oleh program imuniasi nasional. Vaksinasi-vaksinasi rutin biasanya diatur dan diberikan di Puskesmas.

Sistem informasi kesehatan

Sistem Informasi ini berbasis database yang dinamis, berisi data populasi, riwayat vaksinasi dan kejadian medis dan dirancang untuk memasukkan data yang dikumpulkan dari unit pelayanan kesehatan yang dimana setiap keluarga mempunyai kartu dengan satu nomor ID dan apabila seorang anak dibawah 15 Tahun datang ke unit pelayanan Kesehatan harus menunjukkan kartu tersebut untuk mempermudah mengidentifikasi informasi mengenai riwayat kesehatan yang termasuk nama, jenis kelamin, usia, alamat, dan nama kepala keluarga dalam rumah tangga.
Kejadian Medis
Semua Unit pelayanan Kesehatan (poliklinik, RSD dan RSP) direkam oleh sistim pengawasan. Pencatatan kode diagnosa dilakukan oleh petugas yang terlatih sesuai dengan standar ICD-10. dan penyedia pelayanan kesehatan merekam nama pasien secara otomatis dimana telah ada catatan mengenai kesehatannya dan semua vaksinasi dan vaksin yang dipergunakan telah terekam pada kartu Vaksinasi Perorangan dan dibuku pencatatan.
Analisa
Pendekatan rangkaian kasus analitis yang diberlakukan pada sekelompok anak-anak yang menerima vaksin campak selama kampaye untuk membandingkan resiko dari kejadian media dalam periode 14 hari. Hal ini dilakukan karena vaksinasi campak sebelumnya banyak mengalami reaksi atau efek samping.

Hasil-Hasil

  • Vaksinasi dan Kejadian Medis
    Selama periode studi ini immunisasi yang dilakukan pada anak-anak cakupannya lebih tinggi dari immunisasi rutin 87 % (Immunisasi Rutin berjumlah 107.022) dan cakupan immunisasi Hepatitis B adalah 79 % . dan hasil cakupan seperti pada table di bawah ini :

TARGET POPULATION AND AGE-APPROPRIRATE

Age-appropriate coverage is defined in the methods section

  • Vaksinasi Campak massal
    Pada saat kampaye vaksinasi jumlah anak- anak yang ada pada lokasi studi sebanyak 61.856 dengan umur 9 bulan s/d 10 Tahun dan dari hasil studi dokumentasi vaksinasi pada 53.256 anak menghasilkan perkiraan cakupan seikatar 86 %. Rata – rata umur anak yang ikut dalam kampaye umur 6 Tahun yang terdiri dari : 5.523 (10 %) dibawah umur 2 Tahun, 19.509 (37 %) anak-anak dibawah 5 Tahun.

Diskusi
Dengan penerapan sistem database selama 24 bulan, memudahkan dalam penyediaan data immunisasi dan kejadian medis dari suatu populasi dan mata rantai yang besar didalam suatu database yang dinamis, terkomputerisasi serta menafsirkan pemenuhan vaksin.
Pengawasan terhadap 105 kejadian medis dalam 14 hari selama vaksinasi campak massal. Dan sebelum vaksinasi campak massa dilaksanakan ada 107 kejadian medis yang dideteksi hal ini disebabkan adanya nomor yang keliru (nomor yang sama).
Selama kampaye vaksinasi campak ada 5 penyakit yang menyertai di Provinsi Khanh Hoa, Vietnam adalah sebagai berikut :

  • Gastroenteritis
  • Pneumonia
  • ISPA
  • Tonsilitis
  • Viral Fever
    Sistim informasi kesehatan
    sangat penting didalam memonitoring pengamanan dari vaksin dan sistim ini sangat tepat dan diterapkan untuk negara-negara berkembang.

Demimkianlah penyajian ini kami sampaikan atas perhatian dan masukan yang disampaikan kami hanturkan terima kasih “”Salam Kompak selalu dari Kelompok V an :

1. SILVESTER LADOLIMA
2.
JOHAN EFFENDY
3.
MUHAMMAD FARID
4.
SAHALA SIMATUPANG
5. MAHDINUR


Komentar»

1. anis - 19 September 2007

Mohon dituliskan judul asli artikel, pengarangnya, nama jurnal dan edisinya, serta link nya ya..
Tabel sebaiknya disimpan dalam format gambar, kemudian diupload.
Terima kasih.

2. anton - 28 Januari 2008

tolong dunk data2 tentang tonsilitis,, ama kejang demam,,terimah kasih sebelum nya…………….tingkatpenyebaran didunia ama di indonesia,,,
makasih buanyak-buanyak,,,,,,,,,

3. eko - 18 Februari 2008

apakah pernah di laksanakan penelitian serupa di Indonesia

4. tiono - 15 Juli 2009

mas, saya sedang mencari mas yosafat haenang, katanya ada di simkes UGM, kalau tau tolong diinforkan ke saya ya. tiono 085269084810. thanks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: