jump to navigation

TOR RENCANA EVALUASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN KELOMPOK II 28 Agustus 2007

Posted by SIMKES UGM 2007 in Uncategorized.
trackback

A .PENDAHULUAN

loteng

Sistem Informasi kesehatan yang selama ini dijalankan ternyata masih ditemukan banyak masalah seperti ketelitian, kelengkapan, ketepatan dan kecukupan data. Dengan pelaksanaan kebijakan Desentralisasi sektor kesehatan yang berlangsung sejak tahun 2001, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah masih menjalankan sistem Informasi yang berasal dari Puskesmas atau unit-unit yang berada di bawah Dinas Kesehatan.

Salah satu unsur yang memegang peranan dalam pengelolaan obat di wilayah Dinas kesehatan Lombok Tengah NTB adalah Instalasi Farmasi yang merupakan salah satu perangkat dari Dinas kesehatan di Lombok tengah. Instalasi ini yang bertanggung jawab terhadap tersedianya obat di seluruh wilayah kerja Kabupaten Lombok Tengah. Kelengkapan dan format yang dipakai dalam pengelolaan obat tersebut antara lain adalah Laporan Pemakaian Lembar Permintaan Obat (LPLPO).loteng

Di dalam pelaksanaannya ternyata masih ditemukan benyak kendala yang dihadapi terutama yang berkaiatan dengan Sumber daya yang tersedia.

B.PERMASALAHAN

1. Basic pendidikan pengelola adalah dari pekarya,SMA, SPPH,dan Perawat dan Perawat Gigi.

2. Jarang diberikan pelatihan-pelatihan yang bersifat teknis terhadap tenaga yang tersedia

3. Ketidakseimbangan beban pekerjaan yang dihadapi dengan jumlah pegawai yang ada

4. Mutasi atau pergantian tenaga yang sering terjadi

5. Penyampaian laporan dan permintaan obat yang tertuang dalam LPLPO ke Kabupaten tidak tepat waktu

B. TUJUAN

Tujuan Umum

Menciptakan sistem pengelolaan obat yang efektif dan ditunjang oleh Sumber Daya manusia yang memadai di Kabupaten Lombok Tengah

Tujuan Khusus

1. Memenuhi tenaga pengelola obat minimal sesuai dengan kompetensi pendidikan sekurang-kurangnya Asisten Apoteker

2. Meningkatkan ketrampilan tentang pengelolaan obat bagi tenaga non farmasi

3. Pendayagunaan tenaga yang tersedia di Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah

4. Mengurangi frekuensi perpindahan atau mutasi pegawai.

5. Penyampaian laporan dan permintaan obat yang tepat waktu

C. MANFAAT

1. Mendapatkan tenaga atau pengelola obat di tingkat kabupaten yang memenuhi kulifikasi dan kompetensi

2. Untuk mengetahui secara rinci jumlah penggunaan obat dan untuk mendapatkan informasi mengenai pengelolaan obat di Kabupaten Lombok Tengah

3. Mengetahui jumlah dan jenis obat yang didistribusikan ke Puskesmas yang dapat digunakan untuk membuat rencana kebutuhan obat yang riil

4. Merupakan bukti tertulis serah terima obat antara petugas di Instalasi farmasi kabupaten dengan Petugas pengelola obat di Puskesmas.

D. LANGKAH-LANGKAH

1. Puskesmas

a. Rekapitulasi laporan LPLPO daris semua unit yang ada di Puskesmas mulai dari Polindes atau Puskesmas pembantu dan lintas program.

b. Analisa dan validasi penggunaan obat tingkat Puskesmas

c. Menyusun Kebutuhan obat untuk bulan berikutnya berdasarkan hasil analisa dan validasi data

d. Menyampaikann format LPLPO ke kabupaten

2. Kabupaten

a. Menyediakan tenaga dengan mendayagunakan tenaga yang ada dan memberikan pelatihan bagi pengelola obat

b. Memberikan insentif bagi pengelola obat pada berbagai level pelayanan

c. Mengelola penyediaan obat dengan menggunakan format LPLPO untuk Puskesmas, Pustu atau Polindes

d. Menyusun rencana distribusi kebutuhan obat ke Puskesmas

e. Membuat laporan triwulan dan tahunan serta laporan pemakaian narkotika dan psikotropika ke Dinas Kesehatan Provinsi dan Badan POM

f. Menganalisa dan menyusun kebutuhan obat Kabupaten untuk tahun tahun berikutnya.

Demikian pembuatan TOR evaluasi penggunaan Format LPLPO di Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dan langkah-langkah penyelesaiannya.

Komentar»

1. SIMKES UGM 2007 - 28 Agustus 2007

Tolong dikomentari TOR untuk Kabupaten Lombok Tengah oleh kelompok II. Kami tunggu ya friends… Susilo dkk

2. Gunawan - 13 April 2008

Apa di DKK lombok tengah sudah di berlakukan simpus ?
Untuk perencanaan kebutuhan obat tahunan di puskesmas dilakukan dengan metode apa ? Konsumsi atau Morbiditas ?
Jika dengan metode Morbiditas boleh tahu bagaimana langkah-langkahnya .
Sebagai perbandingan di DKK Grobogan sudah hampir disemua Puskesma Pengelola Obat adalah lulusa SMF atau D3 Farmasi
Untuk Insentif tiap bulan ada jasa pelayanan yang di kembalikan ke Puskesmas besarnya tergantung dari sedikit banyaknya kunjungan pasien .Pengelola obat juga mendapat tunjangan tersendiri sebagai pengelola obat tiap bulannya yang di bebankan pada APBD kabupaten

3. andy - 14 April 2008

silahkan coba software untuk rawat jalan puskesmas.di http:/www.healthsoftly.wordpress.com

4. anna - 22 Januari 2009

mkasi yaaa… Na lg nyarimyang kaya gini

5. Wrzt - 2 Maret 2009

Jika puskesmas gx da apoteker gmn?

6. Johnny Lewerissa, M.Kes - 20 Juni 2014

Pa Gun kami merencanakan melakukan diklat untuk puskesmas se- provinsi dlm rangka pengelolaan Obat, untuk itu kami mohon info baliknya dog !!!

7. Kosmiecznie - 11 Desember 2014

If some one wishes to be updated with hottest
technologies therefore he must be pay a visit this website and be up to date every day.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: