jump to navigation

TOR RENCANA EVALUASI SISTIM INFORMASI KESEHATAN 22 Agustus 2007

Posted by SIMKES UGM 2007 in Sistem Informasi Kesehatan.
trackback

I. Latar Belakang

Sistim Informasi Kesehatan (SIK) yang selama ini dijalankan ternyata masih ditemukan banyak kendala seperti akurasi, kelengkapan, kecukupan dan ketepatan. Dengan pelaksanaan desentralisasi sektor kesehatan yang telah berlangsung sejak Tahun 2001, Kabupaten Bangli masih menjalankan sistim informasi yang berasal dari Puskesmas (SP2TP). Kabupaten Bangli merasa perlu untuk meninjau kembali sistim informasi kesehatan kabupaten yang berjalan kurang lancar dan terjadi pada saat informasi atau data sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan penentuan kebijakan dan perencanaan program, manajemen dan advokasi dalam era desentralisasi.

Beberapa prinsip umum yang dipakai untuk penyempurnaan SIK di Kabupaten Bangli adalah:

1. SIK merupakan bagian integral dari Sistim Kesehatan

2. Setiap data/informasi yang dikumpulkan harus jelas kegunaannya

3. Disain SIK disesuaikan dengan kemampuan manajerial unit pelaksana

4. Tidak terjadi duplikasi data dalam kegiatan pencatatan

5. SIK mencakup informasi sektor terkait lain, swasta dan hasil survey

II. Kondisi dan Permasalahan

1. Uji coba SIK dilaksanakan pada 2 puskesmas

2. Pencatatan masih menggunakan buku bantu dan form dari data puskesmas

3. Data dikelola di Bagian TU, Subbag Umum (perencanaan)

4. Penerimaan data tidak tepat waktu, tidak teratur sehingga terlambat dianalisis

5. Analisa data masih manual

III. Tujuan

1. Tujuan Umum

a. Mengembangkan SIK di Kabupaten Bangli

2. Tujuan Khusus

a. Diperolehnya form baku yang dipakai sehingga tidak terjadi duplikasi data

b. Tenaga pengelola dapat terlatih dan terampil dalam mengelola SIK di masing-masing unit pelaksana

c. Prosedur dan Alur data tertata dengan baik

d. Data dapat dianalisa menjadi informasi sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan

IV. Manfaat

1. Dengan pelaporan yang tepat waktu diharapkan informasi kesehatan dapat segera dianalisis sehingga didapatkan informasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak

2. Pelaporan lebih efisien

3. Keterampilan petugas di masing-masing unit pelaksana terlatih dan terampil

V. Langkah-Langkah

1. Membuat inventaris form pelaporan, buku bantu yang ada. Hal ini bertujuan untuk mengetahui jenis data apa saja yang terdapat di semua form sehingga duplikasi data tidak terjadi.

2. Mengkaji disetiap tingkatan tentang kualitas data dengan menggunakan form yang meliputi :

a. Akurasi

b. Kelengkapan

c. Kecukupan

d. Ketepatan

3. Menetapkan penyelesaian masalah dengan sistim pengumpulan data di berbagai tingkat, termasuk waktu dan alur informasi

4. Menetapkan status komponen dari HMIS seperti:

a. Pengolahan data

b. Analisa data

c. Desiminasi data

d. Sarana dan prasarana

e. Pengembangan keterampilan tenaga

f. Koordinasi, kerjasama, dan komunikasi antar lintas program dan lintas departemen

5. Identifikasi aspek kebutuhan sistem menyangkut:

a. Pemeliharaan

b. Modifikasi

c. Penghapusan

6. Menyimpulkan kajian laporan resmi

7. Diskusi kajian dengan yang akan memanfaatkan SIK

Disusun oleh:

Kelompok IV

Zulfian

Yuddy Susanto

Winarno

Sundhar Henry Junior Aipassa

I Wayan Kariana

Petrus Yustinus Laku Mali

Komentar»

1. anis - 23 Agustus 2007

Boleh saya tahu, siapa saja nanti yang terlibat dalam kegiatan tersebut? Kemudian, apa peran masing-masing pihak yang terlibat?

2. SIMKES UGM 2007 - 23 Agustus 2007

u r the best.

darta.

3. SIMKES UGM 2007 - 23 Agustus 2007

Seharusnya ada kesepakatan antara dinkes dengan dinas tentang pengiriman data laporan sehingga data-datanya cepat di lakukan analisa dan adanya petugas yang benar-benar ditunjuk sesuai dengan bidangnya (by TA)

4. Haris. N - 23 Agustus 2007

kalau dinkes kabupaten bangli mau merencanakan atau merancang sistem informasi yang lebih baik perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi daerah bangli sendiri. jangan hanya tergiur dengan teknologi yang canggih-cangih kalau sebenarnya itu memang belum dibutuhkan untuk apa…. sama juga dengan pemborosan ….

(by haris.n)

5. SIMKES UGM 2007 - 23 Agustus 2007

Bangli hasrus gak boleh ketinggalan dengan Kabupaten lain di Bali. Contoh aja tuh Jembrana yang jadi Kabupaten percontohan di Indonesia. Padahal Bupatinya kalo ga salah kan Dokter Gigi ya… Susilo

6. Chandra - 27 Agustus 2007

canggih……

Selamat belajar buat kawan2 SIMKES 07, selamat datang didunia tanpa henti.

KAPAN BISA SHARING PENGALAMAN DIDAERAH DENGAN KAWAN2 SIMKES 06.

CHANDRA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: