jump to navigation

Harapan bagi Menteri Baru 26 Oktober 2009

Posted by ilowirawan in Teknologi Informasi, Uncategorized.
trackback

Hadirnya Menkes dan Menkominfo baru di tubuh Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II yang konon sempat kontroversi, namun bagi saya justru memberi harapan baru. Apapun yang terjadi toh kedua menteri itu sudah dipilih oleh SBY melalui hak prerogatifnya. Tentu dengan pertimbangan yang cukup matang dan tidak asal comot. Jadi silakan bekerja dulu baru kita nilai… janganlah berprasangka buruk dulu.

Tentu harapan baru itu tak lepas dari program baru yang hendak dijalankan. Kebijakan Menteri DR.dr. Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH diharapkan lebih menekankan kepada kebijakan preventif dan promotif ketimbang kuratif yang bersifat mengobati.

“Itu tidak bisa diatasi dengan Jamkesmas atau membangun rumah sakit atau puskesmas sebanyak mungkin. Penanganannya harus dalam kerangka kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotif,” lanjut Hasbullah Tabrani (saya/ilo  sempat membantu Beliau mengumpulkan data Desertasi Doktoralnya di NTB tahun 1994) yang sekarang jadi  guru besar sekaligus Dekan FKM UI. Selama ini kesehatan masih dipandang sebagai imbas pembangunan ekonomi. Padahal, kesehatan berperan dalam pembangunan manusia.

Pengamat kebijakan bidang kesehatan dan mantan Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia, Kartono Muhammad mengatakan, rakyat yang hidup sehat harus menjadi prioritas dan harus mendapat layanan kesehatan bermutu serta mampu mencegah berbagai penyakit.

Kartono juga berharap agar masyarakat memberikan kesempatan kepada Menteri Kesehatan untuk bekerja dan membuktikan diri tanpa diganggu gosip seputar pemilihan dirinya.

Demikian pula untuk Menkominfo yang dipilih dari partai/PKS (Ir. Tifatul Sembiring) dan selama ini dipandang serta dikenal publik sebagai seorang politikus. Menurut hemat penulis pengganti Prof M. Noeh ini juga memiliki latar belakang pendidikan yang memadai yaitu jebolan ITB,  jadi sekali lagi kita lihat kinerjanya dulu baru kita bisa obyektif menilai. Tul nggak…? Bagi rekan-rekan SIMKES apa pendapat tentang kedua menteri ini…. ??

Komentar»

1. Rustami - 27 Oktober 2009

Ya…namanya juga jabatan politik, jadi selain faktor SDM dan lucky, pastilah juga ada faktor x yang mendukungnya…. sehingga beliau2 tsb dipilih oleh presiden. khusus di depkes, gimana rasanya ya… yang semula seorang bawahan, sekarang mendadak malah menjadi atasan….hmmmmm, jadi kesimpulannya, segala sesuatu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, manusia hanya menjalani saja….

2. alhiko - 9 November 2009

Mari siapkan diri kita masing2 utk mendptkan berkah jabatan yg siapa tahu krn kinerja kita slama ini yg dikenal luas sbg Mr. Clean/ berprestasi, loyal, inovatif, koneksi luas, dll. maka suatu waktu, akan diminta pimpinan utk mengisi jabatan tertentu sesuai keahlian kita tsb.

Jangan pula alergi utk terjun ke dunia Politik dgn basis keilmuan kita, krn sepintar apapun kita gak akan dilirik orang kalo tidak dikenal luas oleh masyarakat.

Ok, Slmt bekerja yg baik para mentri, Ingat pesan Alhiko: Jangan Korupsi !