jump to navigation

VISI DAN MISI SERTA LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SIK KAB. MERANGIN PROV JAMBI 9 Desember 2007

Posted by HARIS. N in merangin, Pengalaman dari Daerah.
trackback

VISI DAN MISI SERTA LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN KAB. MERANGIN PROV. JAMBI


 

Visi dan Misi

untitled-1-copy.jpgSebagai unsur Pemerintah Daerah di bidang kesehatan dan dengan memperhatikan tuntutan kinerja dan kualitas aparatur yang diharapkan dapat memberikan informasi tentang kesehatan yang terbaik pada masyarakat, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin merumuskan VISI dan MISI dibidang sistem informasi kesehatan sebagai satu kesatuan dengan rangkaian kebijakan lain yang akan dilaksanakan yaitu:

 

VISI :

VISI Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten Merangin adalah “Terwujudnya Informasi Kesehatan yang Evidence Based di Kabupaten Merangin tahun 2008”.

 

MISI :

Untuk mewujudkan VISI yang ditetapkan, maka perlu didukung oleh MISI sebagai satu pernyataan dalam menetapkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai.
Adapun MISI dari pengembangan System Informasi Kesehatan Kabupaten
Merangin adalah :

1.      mengembangkan pengelolaan data yang meliputi pengumpulan, penyimpanan, pengolahan dan analisis data.

2.      mengembangkan pengemasan data dan informasi dalam bentuk bank data, profil kesehatan, dan kemasan- kemasan informasi khusus.

3.      mengembangkan jaringan kerjasama (kemitraan) dalam pengelolaan data dan informasi kesehatan.

4.      mengembangkan pendayagunaan data dan informasi kesehatan.

Dalam rangka menyelenggarakan visi dan misi tersebut maka perlu ditetapkan 10 Langkah dalam Pengembangan  Sistem Informasi Kesehatan yang Evidence Based Pada Dinas Kesehatan Kab. Merangin, adalah sebagai berikut:

1.  Meninjau kembali Sistem yang ada (Reviewing the existing system)

Langkah awal yang harus dilaksanakan dengan meninjau kembali sistem yang ada dengan melihat apakah sistem saat ini telah ada kita tidak dapat serta merta membangun sistem baru melainkan harus melihat kedalam apakah saat ini sudah ada sistem yang dilaksanakan, Tahapan ini dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
Inventarisir formulir yang ada. Mencoba menilai kualitas data mengunakan formulir yang ada. Aspek-aspek yang termasuk dalam penilaian adalah sebagai berikut :

(a) Ketepatan.
(b) Kelengkapan.
(c) Memenuhi syarat.
(d) Tepat waktu.

 

Mencari pemecahan masalah yang ada dalam pengumpulan data.
Melihat faktor-faktor apa yang mempengaruhi dalam pengolahan data, dengan cara sebagai berikut :

(a)    Analisa data

(b)   Bagaimana penyebarluas data

(c)    Suplay dan logistic

(d)   Pengembangan sumber daya manusia, khususnya staf yang ada.

(e)    Kerjasama, koordinasi, komunikasi antara dinas kesehatan dengan lintas sektoral yang terkait.

 

Melihat aspek yang dibutuhkan dalam indentifikasi sistem, apakah dapat menjawab pertanyaan sebagai berikut :

a.       Apakah masih dapat dipertahankan.

b.      Apakah masih dapat diperbaharui.

c.       Ataukah dihilangkan.

Membuat dan melaporkan hasil penilaian yang telah dilaksanakan serta  mendiskusikan hasil penilaian dengan kepala dinas dan bidang terkait.

2.   Menentukan kebutuhan data (Defining data needs)

Langkah kedua yang kita laksanakan ialah melihat kebutuhan data setiap tingkatan administrative. Mengingat setiap tingkatan administratif memiliki peran yang tidak sama, sehingga kebutuhan data juga akan berbeda-beda. Tidak semua kebutuhan data dapat dipenuhi melalui sistem pengumpulan data rutin. Data yang jarang dikumpulkan atau hanya diperlukan untuk suatu kecamatan tertentu dapat diperoleh melalui penelitian atau survei menggunakan sampel.

Beberapa pertanyaan yang harus kita jawab berhubungan dengan kebutuhan data diantaranya :

a)    Kebutuhan minimum data dasar

b)  Tugas pokok dan fungsi harus lebih dipahami sebagai tanggungjawab guna lebih mengintegrasikan data-data yang ada, terkait pula sumber daya staff yang ada guna mengidentifikasi kebutuhan data sangat lemah.

c)      Membedakan data yang seharusnya termasuk dalam sistem pengumpulan data rutin dengan data yang dihasilkan melalui studi dan survey.

 

3.   Faktor-faktor yang mempengaruhi alur data (Determining the data flow)

Langkah ketiga yang kita lakukan yaitu melihat faktor-faktor yang mempengaruhi alur data, dimana tidak semua data yang terkumpul pada puskesmas tertentu harus di kirim ke Dinas Kesehatan. Data paling rinci disimpan sebagai arsip ditempat yang telah ditentukan, penyampaian laporan ke Dinas Kesehatan sebaiknya sesuai dengan kesepakatan bersama data apa yang harus dikirim.

a.     Menentukan siapa yang bisa mengolah data, dengan cara identifikasi :

·        Identifikasi variabel/indikator kebutuhan penentu keputusan.

·        Identifikasi unit yang sesuai dengan kemampuan staff.

Faktor Determinan yang perlu diperhatikan pada langkah ini adalah Fungsi dari Dinas Kesehatan yang nantinya akan memanfaatkan serta menghasilkan informasi.

b.    Coba tentukan seberapa sering data dibutuhkan dalam semua tingkat, dengan memperhatikan beberapa faktor :

·        Kebutuhan dari semua tingkat

·        Seberapa jauh fenomena dapat diobservasi

·  Mencatat kejadian langka atau suatu kejadian yang terabaikan (misalnya : Pemberian label vaksin imunisasi di desa)berdasarkan permintaan lanjut atau sebagian setiap bulannya.

c.  Menentukan apakah format data telah sesuai dengan permintaan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin yang nantinya dapat dipergunakan untuk Dinas Kesehatan Provinsi Jambi selanjutnya pada Departemen Kesehatan RI.

d.      Membuat diagram dan kesimpulan informasi guna pengambilan keputusan.

Tantangan yang kiranya akan dalam hal ini :

1)      Kurangnya pemahaman staf tentang bagaimana teknik pengumpulan data, disamping kesiapan fasilitas pemerosesan data (komputer).

2)      Ketidakmampuan membedakan data yang dibutuhkan untuk pelayanan dan data yang dibutuhkan oleh manejemen yang digunakan untuk perencanaan dan monitoring.

3)      Rendahnya tingkat kemampuan administrasi untuk menyimpulkan data dasar yang dikumpulkan, antara lain :
Kurangnya keahlian teknis dari staf
Kurangnya fasilitas memproses data (komputer)
Kurangnya keahlian staf dalam mengoperasikan komputer

4)      Kurangnya fasilitas untuk mengumpulkan data dasar pada bagian administrasi level rendah

4.      Desain pengumpulan dan cara pelaporan data (Designing the data collection and reporting tools)


Langkah keempat mendesain pengumpulan dan cara pelaporan data. Prinsip yang perlu kita penuhi guna mendesain pengumpulan dan cara pelaporan data yaitu : Staf yang bertugas untuk mengisi formulir laporan harus mempunyai pemahaman yang baik mengenai maksud dari formulir tersebut. Pengumpulan dan pelaporan data seefektif mungkin, sederhana dan lengkap.

Langkah-langkah guna mendesain pengumpulan dan cara pelaporan data sebagai berikut :

a.       Membuat draft formulir dari berbagai macam laporan yang dibutuhkan dengan maksud agar sebagai acuan dan merupakan indikatornya.

b.      Membandingkannya kemudian memastikan seluruh data dapat di ambil menggunakan formulir tersebut

c.       Mencoba menerapkan draft tadi pada petugas pengelolanya kemudian diskusikan kepada mereka apa kekuarangan formulir baru ini dengan cara pertama membandingkan dengan formulir yang lama, kedua apa kelebihan dan kekurangannya, ketiga cobalah modifikasi formulir tersebut guna lebih mengoptimalisasikannya, keempat formulir tersebut harus menggunakan bahasa indonesia yang dengan ejaan yang disempurnakan.

d.      Persiapkanlan petunjuk penggunaan formulir tersebut.

e.     Laksanakanlah Uji coba dengan menggunakan formulir tersebut sesuai dengan petunjuk yang telah ada.

f.      Nilai dan evaluasilah hasil ujicoba diatas.

g.     Dari hasil penilaian dan evaluasi, buatlah formulir yang baru.

Ada beberapa permasalan yang perlu kita cermati dimana Teknik dan kemampuan pengumpul data tidak konsisten dengan kebutuhan pengolah data. Selanjutnya pelaksaanaan uji yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan menyangkut dimana, siapa pelaksananya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

5.  Pengembangan prosedur pemerosesan data (Developing procedures for data processing)

Langkah kelima Mengembangkan prosedur pemerosesan data dimana data Sistem Informasi yang kita rencanakan diproses secara konsisten sesuai dengan tujuan pengumpulan, perencanaan, analisis dan pemanfaatan data.

Langkah-langkah guna Mengembangkan prosedur pemerosesan data sebagai berikut :

a)      Lakukan asesment terhadap keuntungan dan kerugian pemrosesan data secara manual dibandingkan dengan menggunakan komputer, dengan mempertimbangkan faktor – faktor berikut :

·        Biaya

·        Ketersediaan tenaga dengan keahlian yang sesuai untuk beralih ke sistem komputer erutama di tingkat terendah dimana sistem komputerisasi akan diterapkan.

·        Ketersediaan tenaga tehnisi apabila terjadi kerusakan

b)      Apabila kita memilih untuk mengembangkan sistem komputerisasi, pastikan bahwa nantinya akan dipergunakan untuk pemrosesan data sampai pada Puskesmas, assesment pula SDM yang ada pada Puskesmas apakah perlu dilaksanakan pelatihan baik pengoperasiannya maupun pemeliharaan sistem.

c)  Tentukan spesifikasi pengembangan software kaitanya dengan pengguna data pada tingkat yang berbeda. Aspek yang penting untuk dipertimbangkan adalah:

·        Software yang ada apakah telah legal menurut hukum ? dalam artian Shareware (Lisensi apa telah kita dapatkan ?)

·        Hindari pembajakan Software

·        Pilihlah Software yang mudah dipahami serta sebisa mungkin murah (Opensource)

·        Apakah software ini dapat menyediakan laporan secara rutin

·        Terdapat mekanisme pengawasan/pemeriksaan kualitas data didalam software tersebut

·        Kebutuhan analisis data dari pengguna

d)  Kembangkan kebutuhan software untuk pemrosesan data di tiap-tiap tingkatan dimana komputer akan digunakan berdasarkan spesifikasi yang dibutuhkan. desain software dapat menghasilkan output yang sama dengan sistem informasi manajemen kesehatan yang telah dikembangkan sebelumnya, hanya membutuhkan sedikit modifikasi. Putuskan apakah perlu mengembangkan software baru atau memodifikasi program yang sudah ada.

e)      Lakukan uji coba software dengan memperhatikan :

Identifikasi kesalahan, Kemampuan software untuk memberikan data yang dibutuhkan, dan Kemampuan staf dalam menggunakan software

f)        Kembangkan dan ujicoba petunjuk penggunaan software.

g)      Desain program pelatihan penggunaan software pada staf

h)      Beberapa hal yang harus kita perhatikan dengan cermat, diantaranya:

·        Kemampuan hardware yang tersedia, terutama pada tingkat yang lebih rendah untuk mengakomodir software misalkan kemampuan menyimpan data.

·        Kompatibilitas dengan software lain. (bila ada dan kita harus perhitungkan akan adanya software dimasa akan datang)

·        Prosedur dasar pemeliharaan sistem.

·        Sistem keamanan yang ada dalam software tersebut

 

6.      Mengembangkan program pelatihan (Developing the training programme)

Langkah keenam Mengembangkan program pelatihan dengan tunjuan meningkatkan sumber daya pelaksana dengan merancang pelatihan sesuai dengan tingkatan pengetahun pengelola.
Yang perlu diperhatikan guna keberhasilan pelaksanaan pelatihan adalah :

·        Pemilihan peserta yang tepat bagi program pelatihan yang berbeda-beda.

·        Identifikasi latar belakang staf yang akan mendapat pelatihan.

·        Penyebarluasan materi dan buku panduan.

·        Fasilitas yang tepat untuk pelaksanaan pelatihan.

7.      Ujicoba sistem (Pre-testing the system)

Salah satu tahapan penting dalam pengembangan suatu Sistem Informasi yaitu Uji coba sistem sebelum diimplementasikan, suatu sistem harus diujicoba pada kondisi yang mencerminkan kondisi sebenarnya.

Ujicoba sebaiknya dilaksanakan sesuai tahap-tahap sebagai berikut :

a)      Langkah pertama

Menyiapkan petunjuk pelaksanaan uji coba, petunjuk ini memuat pertanyaan-pertanyaan berikut :
Dimana?
Memilih tempat dimana uji coba sistem tersebut akan dilakukan.Diperlukan pengembangan kriteria untuk menentukan lokasi uji coba.Dapat berupa faktor teknis seperti tingkat keahlian dan kualifikasi staf di wilayah, pertimbangan praktis seperti letak wilayah, dukungan infrastruktur dan kerjasama staf.
Siapa?
Siapa yang akan menjadi peserta uji coba. Ini penting untuk menentukan type pengguna dan penyedia data.
Apa?
Apa yang menjadi tujuan dari diadakannya uji coba ini, khususnya aspek-aspek apa saja dalam Health Management Information Systems yang akan diujicoba.
Bagaimana?
Alat-alat dan mode apa saja yang akan dikembangkan untuk pengumpulan data secara sistematis hingga diperoleh formulir uji coba yang efisien.
Berapa Lama ? Berapa lama uji coba tersebut akan dilakukan

b)    Langkah Kedua
Orientasi staf yang terlibat dalam uji coba, yang harus dilaksanakan ialah :
Jelaskan tujuan dan prosedur uji coba
Lakukan pelatihan bagi pengguna dan penyedia data di wilayah uji coba
Laksanakan kegiatan uji coba
Buat laporan
Rumuskan rekomendasi dari hasil uji coba

Karena uji coba merupakan salah satu tahap yang harus kita cermati dan membutuhkan kehati-hatian sebaiknya Penerapan mekanisme monitoring yang proaktif dan sistematis selama fase uji coba. Pembaharuan perangkat lunak secara sistematis di semua unit yang telah diinstalkan sistem dan yakinkan bahwa jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas telah siap melaksanakannya.

8. Monitoring dan Evaluasi pada sistem (Monitoring and evaluating the system)

Tujuan dari monitoring dan evaluasi tidak hanya fokus pada mencari kesalahan dan kekurangan pada sistem tetapi terhadap aspek-aspek lain yang mendukung secara tidak langsung. Cara ini sangat baik dilaksanakan untuk dapat mengidentifikasi kesalahan yang terjadi pada pelaksanaan uji coba suatu sistem.
Monitoring dan evaluasi kiranya dilaksanakan melalui tahapan berikut :

1. Membuat rencana pengembangan yang sistematik bagaimana melaksanakan monitoring dan evaluasi, sehingga dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti Apakah Monitoring dan Evaluasi itu? Bagaimana cara melaksanakannya? Siapa yang melaksanakannya? Berapa frekuensi yang bisa dikondisikan? Bagaimana pelaksanaan dari disaminasi sistem? Apa umpan balik dari evaluasi untuk dapat diperbaiki?

2. Cobalah mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan monotoring dan evaluasi karena prioritas kegiatan terletak pada tersedianya sumber daya dan kebutuhan.

3.    Lanjutkan dengan merencanakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi.

4.    Laksanakanlah disiminasi hasil kegiatan monitoring dan evaluasi.

5. Langkah terakhir buatlah suatu rekomendasi dari hasil kegiatan monitoring dan evaluasi.

Sebaiknya monitoring dan evaluasi menjadi kegiatan yang sifatnya rutin dilaksanakan serta dapat menyediakan petunjuk yang sifatnya teknis dan berisi informasi lainnya.

9. Mengembangkan mekanisme diseminasi dan umpan balik data (Developing data dissemination and feedback mechanisms)

 

Cara efektif untuk memotivasi para pengolah data pada level terendah seperti Puskesmas adalah dengan terus menerus memberikan umpan balik baik positif dan negatif mengenai data yang telah mereka hasilkan.
Langkah yang harus dilalui yaitu :

a.       Tentukan langkah paling efektif dan efisien untuk mendiseminasikan data dengan mempertimbangkan faktor-faktor Kepada siapa data akan didiseminasikan? Kebutuhan kelompok sasaran harus dipertimbangkan. Apa yang harus didiseminasikan? Hal ini tidak hanya output, tetapi juga umpan balik tentang siapa yang menggunakan informasi dan apa/bagaimana mereka menggunakannya. Seberapa sering data harus didiseminasikan ke kelompok sasaran. Dalam format format seperti apa diseminasi kepada kelompok sasaran yang berbeda-beda? Berbagai bentuk dan acara untuk diseminasi harus dipertimbangkan.

b.   Identifikasi sumber daya manusia, anggaran/biaya dan sumber daya lainnya guna mengimplementasikan rencana diseminasi data.

c.  Prioritaskan berbagai cara diseminasi data agar dapat diadopsi berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya.

d.      Implementasikan kegiatan diseminasi data.

e.       Kembangkan dan implementasikan sistem monitoring dan evaluasi diseminasi data serta umpan balik yang telah dilaksanakan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ialah pertama cakupan yang dimaksudkan adalah sejauh mana pencapaian terhadap target audiens? Kedua bagaimana pengaruh umpan balik terhadap staf. Ketiga tingkat utilisasi berdasarkan target audiens – apakah mereka benar-benar menggunakan data yang telah disajikan dalam presentasi?

 

Tantangan yang akan dihadapi diataranya bagaimana kita menyiapkan laporan, jumlah anggaran yang terbatas untuk membiayai kegiatan diseminasi, bagaimana memastikan agar aktivitas diseminasi mencapai sasaran yang tepat. Cobalah tetap konsistensi antara data yang didiseminasikan melalui Sistem Informasi manajemen kesehatan dengan data yang akan dipublikasikan dan diseminasikan bagian lain yang ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, khususnya pada program yang masih harus berkoordinasi pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

10.  Mengembangkan sistem informasi dan manajemen kesehatan (Enhancing the Health Management Information Systems)

Pengembangan sistem informasi manajemen kesehatan akan selalu berkembang, dimana para pelaku yang terlibat di bidang ini akan selalu mencoba untuk mengembangkannya mengikuti trend yang ada.

Guna mengembangkan sistem informasi dan manajemen kesehatan diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Coba tinjau kembali monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan pada sistem informasi dan manjemen kesehatan.
  2. Mengedintifkasi kembali aspek-aspek sistem informasi manajemen kesehatan guna mengembangkan kembali fungsi utama dari sistem informasi dan manajemen, adapun aspek yg dibutuhkan : Mengembangkan simkes sebagai pengontrol data; Mengembangkan kapasitas; Menentukan mekanisme; Mengembangkan strategi; Meningkatkan kerjasama; Menyatukan dan membuat inisiatif.
  3. Mengedintifikasi sumber-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengemplementasikan dari beberapa bagian pelaksana yang berbeda guna pengembangan simkes.
  4. Prioritas pada bagian yang berbeda, hal ini terkait dengan derajat, kepentingan, kebutuhan & ketersediaan sumber-sumber daya guna penerapan yang tepat.
  5. Cobalah menyiapkan jadwal pelaksanaan sisem informasi kesehatan yang lebih baik.
  6. Kerjakanlah beberapa cara yang berbeda yang dibutuhkan untuk meningkatkan simkes.
  7. Dan tidak kalah pentingnya lakukanlah monitoring dan mvaluasi terhadap isu-isu yang baru guna perkembangan sistem informasi dan manajemen kesehatan.

Tantangan yang akan dihadapi dalam pengembangan sistem informasi dan menjemen kesehatan bagaimana mempertahankan kepentingan diantara para pengambil keputusan yang berbeda guna kelanjutan pengembangan sistem informasi dan manajemen kesehatan. Menyiapkan sumberdaya manusia yang handal. Selalu aktif berkoordinasi pengelola data yang berbeda guna meminimalkan kesalahan pada saat pengumpulan data. Cobalah evaluasi tim pengelola sistem informasi dan manajemen kesehatan setelah masa uji coba dilaksanakan.

 

edit-ahhhhh.jpg  posted by: Haris. N

 

About these ads

Komentar»

1. jefri - 10 Desember 2007

Kami sangat tertarik dengan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah bila ada rekan yang bisa bantu kami sebuah proposal yang sesuai dengan SIKDA bisa kirim ke alamat email kami
jefri.sumardiono@nwa.iao.co.id Terima Kasih


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: